Rabu, 06 Oktober 2010

Afganistan Berunding dengan Taliban

Pemerintah Afganistan pimpinan Presiden Hamid Karzai dan Taliban memulai pembicaraan damai guna mengakhiri perang yang berkecamuk di negara itu, tulis Washington Post, Selasa.

Washington Post, yang mengutip sumber Afganistan dan Arab, menuliskan bahwa pertemuan yang dilakukan pertama kali itu akan melibatkan perwakilan dari Quetta Shura, kelompok Taliban yang berbasis di Pakistan, dan pemimpin Taliban Mohammad Omar. "Mereka sangat serius dalam mencari jalan keluar," seorang sumber yang mengacu pada Taliban mengatakan kepada Washington Post.

Omar dan pemimpin Taliban lainnya, baik yang berada di Pakistan maupun Afganistan, bersikeras untuk tidak menerima pembicaraan damai selama bertahun-tahun sebelum tentara asing angkat kaki dari Afganistan. Negosiasi itu akan membahas perjanjian yang memperbolehkan para pemimpin Taliban untuk terlibat dalam Pemerintah Afganistan dan penarikan mundur pasukan AS dan NATO, tulis Washington Post.

Komandan Pasukan NATO di Afganistan, Jenderal David Petraeus, mengatakan, minggu lalu bahwa Taliban melakukan pendekatan dengan Pemerintah Afganistan dan pasukan keamanan dengan tawaran untuk gencatan senjata permanen. "Sudah ada sekitar 20 orang petempur dari kelompok kecil dari seluruh negara yang kembali ke masyarakat Afganistan," katanya kepada AFP.

Juru bicara Taliban membantah komentar Petraeus dan menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak berdasar, dan menyatakan bahwa bagaimanapun kelompok pemberontak itu tidak akan bernegosiasi dengan penjajah asing dan pemerintahan bonekanya.

Petraeus juga mengatakan, NATO mendukung upaya yang tengah dilakukan Karzai untuk membuka pembicaraan damai dengan pemimpin Taliban, dan dalam beberapa hal akan membantu proses tersebut. "Presiden Karzai telah menarik benang merah yang jelas akan hal itu, dan kami mendukung apa yang dilakukan Pemerintah Afganistan, bahkan dalam beberapa kasus kami akan memfasilitasinya," kata Petraeus dalam wawancara dengan AFP.

0 komentar:

Copyright © 2011 Andi All rights reserved