Lapangan pekerjaan di Sumatera Selatan (Sumsel) makin sulit.Buktinya, dari 32.067 orang pencari kerja (pencaker)yang terdata di Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang pada tahun 2009,hanya 6,7% atau sekitar 2.138 orang saja yang diterima bekerja.
Kepala BPS Palembang H Tarjono Santopawiro memaparkan, sulitnya lapangan pekerjaan di Sumsel ini antara lain disebabkan, minimnya investasi dan kurangnya pemberdayaan masyarakat lokal yang membuka usaha di sektor swasta. Alih-alih membuka lapangan pekerjaan, para pengusaha malah mengurangi tenaga kerjanya. “Berdasarkan survei kita pada 2008, pencari kerja lebih sedikit dan sementara yang diterima banyak.
Berbeda dengan 2009 pencari kerja banyak sementara yang diterima sedikit. Umumnya, mereka yang mencari kerja atau sekitar 54,8% berasal dari lulusan SMA,”ujar Tarjono di ruang kerjanya kemarin. Menurut dia, minimnya pencaker yang diterima bekerja ini akan berakibat meningkatnya jumlah pengangguran di Kota Palembang. Pada 2008, persentase pengangguran di Kota Palembang mencapai 19,43%.
Jumlah ini sedikit menurun pada 2009, di mana jumlahnya mencapai dan sedikit menurun mencapai 15,78%. Tetapi, jumlah tersebut masih tergolong tinggi jika dilihat dari banyaknya pencaker di Kota Palembang. “Para pencaker ini tidak sepenuhnya menganggur. Mereka ada yang bekerja tetapi tidak tetap. Tetapi ada juga yang menganggur atau tidak mempunyai pekerjaan sama sekali.
Kita selalu melakukan pemantauan setiap Kepala Keluarga (KK) di Kota Palembang agar mengetahui secara pasti kondisi di lapangan,”jelasnya. Tarjono menjelaskan, permasalahan banyaknya pencaker dan pengangguran ini tentu saja berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kota Palembang. Hal ini dapat dipantau dari peredaran uang, penyerapan tenaga kerja, pengangguran, adanya perusahaan yang mem-PHK pegawainya dan lainnya.
“Kondisi ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kota Palembang. Pada 2007, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,10%, menurun pada 2008 mencapai 6,84% dan kembali menurun pada 2009 mencapai 5,68%.Kondisi ini menandakan sistem perekonomian di Kota Palembang tidak sehat karena masih banyak pengangguran dan tingginya pencari kerja,”paparnya.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang, Rafuan Yuris mengatakan, hingga September 2010,pencari kerja di Kota Palembang mencapai 12.559 orang.Sementara yang diterima hanya mencapai 2.021 orang.
Rinciannya, 446 orang bekerja di luar negeri, 250 orang bekerja di Batam dan 1.325 orang bekerja di perusahaan lokal yang tersebar di Sumsel. “Jumlah pencaker tersebut bisa bertambah pada Oktober 2010 ini.Tetapi kita belum melakukan penjumlahannya,”ujarnya.
Kamis, 07 Oktober 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar